452 views

Profil Ruslan Husen

RUSLAN HUSEN, Lahir di Tanru Tedong (Sidrap, Sulawesi Selatan) pada tahun 1984, dari pasangan suami isteri H. Husen dan Hj. Kallo yang berprofesi Petani. Sejak usia 7 (tujuh) tahun, mengikuti orang tua menetap di Kecamatan Ampibabo-Toribulu Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Pendidikan dasar  Ruslan, demikian sapaan akrabnya, Ia selesaikan di SD Negeri 1 Buranga pada tahun 1996 dan SLTP Nengeri 1 Ampibabo pada tahun 1999. Selanjutnya pendidikan menengah, Ia tempuh di SMA Negeri 1 Ampibabo dan SMA Kartika VI-I Balikpapan. Lulus SMA pada 2002, Ruslan memilih melanjutkan jenjang strata satunya di Universitas Tadulako Fakultas Hukum dan berhasil memperoleh gelas Sarjana Hukum (SH) tahun 2007.

Selama mahasiswa, Ruslan aktif di organisasi intra dan ekstra kampus. Tercatat pernah menjadi Ketua Umum MPM Darussalam Fakultas Hukum Universitas Tadulako tahun 2006-2007. Pernah menjabat Sekretaris Umum HMI Cabang Palu tahun 2007-2008 dan menjadi Sekretaris Jenderal HMI Badko Indonesia Bagian Utara dan Kalimantan Tahun 2009-2011.

Tantangan aktivis mahasiswa di zamannya, lantas mendorong aktivis kampus ini, pernah tercatat sebagai Tim Konsultan  Program LKBH “Ermas Cintawan, SH & Rekan”. Menjadi generasi awal yang turut andil dalam pendirian LBH Sulteng, sebuah perkumpulan yang konsen melakukan pembelaan terhadap hak-hak kaum miskin dan termarjinalkan di Sulawesi Tengah.

Tahun 2014 mendapatkan gelar Magister Hukum (MH) dari Pascasarjana Universitas Tadulako, yang turut memudahkan Ia tercatat sebagai Dosen Fakultas Hukum Universitas Tadulako bagian HTN dan HAN, yang selanjutnya banyak terlibat secara aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Misalnya menjadi Ketua atau anggota Tim Pelaksana Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Perda yang terlaksana atas kerjasama Universitas Tadulako dengan berbagai Organisasi Pemerintah Daerah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Ketertarikannya pada dunia Pemilu, dimulai saat menjadi Dosen Fakultas Hukum yang banyak bergelut dengan isu-isu Konstitusi, Demokrasi dan Pemilu. Bahwa pemilu menjadi sarana untuk pergantian kepemimpinan secara sah/legal. Menjamin proses itu terlaksana secara demokratis, tentu membutuhkan regulasi yang progresif dan Penyelenggara Pemilu yang profesional dan berintegritas. Pandangan awal inilah yang membuka jalannya menjadi Tim Asistensi Bawaslu Provinsi tahun 2017 dan akhirnya menghantarkan terpilih menjadi Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah periode 2017-2022.

Buku pertama yang ditulis disela-sela aktivis sebagai pengawas pemilu berjudul Dinamika Pengawasan Pemilu (Penerbit Ellunar, Bandung, 2019). Selain itu, kumpulan tulisan-tulisannya dapat dibaca di laman web: ruslanhusen.com.